KATA PENGATAR
KATA PENGATAR
oleh:
Hotmatua Paralihan, M. Ag.
Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam
“Mencari Hidayah Tuhan”
Secara objektif Addurrohim Harahap ini pantas disebut
sebagai intelektual muda yang produktif dan memiliki tanggungjawab terhadap
persoalan umat Islam Saat ini. Alasan yang dapat dikemukakan, ada beberapa tulisannya yang sudah terbit,
dan karya ini lahir ditengah-tengah kesibukannya sebagai Mahasiswa Program S-2
di University Malaya Kuala Lumpur dan keaktipannya diberbagai organisasi dan
kegiatan pendidikan Islam lainnya. Dengan munculnya intelektual muda Islam
seperti ini, hemat saya, umat Islam secara keseluruhan harus bersyukur kepada
Allah SWT, karena telah lahir sejarah masa depan, menambah keyakinan kita semua
akan muncul tokoh pemikir Islam dimasa yang akan datang.
Tulisan ini penting dilihat dari sudut zamannya,
dimana pada saat ini, kebanyakan manusia lebih sibuk menata diri yang
berhubungan dengan fisik; seperti penataan rumah, perabot, pakaian, muka, gigi,
lipstick, pemakain sepatu atau penampilan lainnya yang bersifat materi. Saya
melihat, penulis buku ini terlihat secara cerdas memahami persoalan zaman ini
secara tepat, sehingga muncul tanggungjawabnya sebagai seorang muslim dan
seorang intelektual muda merasa terpanggil dengan rasa tanggungjawab ikut untuk
menyumbangkan formulasi ajaran Islam dengan mengutip dasar-dasar ajaran
Al-Qur’an dan Hadist serta pendapat ulama, yang berhubungan dengan penataan
diri yang bersifat psikis, seperti penataan; keislaman, keimanan, keadilan,
keikhlsan, rasionalitas, emosionalitas (Kecerdasan, Intelektual, emosional, dan spiritual.
Niat penulis ini terlihat berusaha secara keras
dalam tiga warna dalam tulisan sekaligus yaitu, Pertama; bercorak filsafat. Beliau membuat analisisi yang rasional,
sistematis, sehingga dapat dipahami dengan logika namun tidak terlalu berat,
karena kadarnya tidak sampai memusingkan pikiran pembaca. Corak analisis itu terlihat pada penjelasan
sebab akibat dengan baik, seperti kalau niat tidak tepat maka tidak sampai
kemana-mana, kalau seseorang resah berarati dosa sudah membelenggu maka
bertaubatlah. Kedua, Corak
Tasauf, bagaimana mencintai Allah dan
langkah langkah ibadah mewujudkannya serta manfaat dari ibadah yang dilakukan. Ketiga, Corak berikutnya, terlihat
tanggungjawab beliau sebagai seorang cendikiawan muslim yang merasa terpanggil
untuk ikut mengajak dan menegakkan Amar
Ma’ruf Nahi Munkar.Tiga corak ini sangat kental dalam penulisan buku ini;
analisis, komunikatif dan dakwah. Semua pesan di atas, dipaparkan dengan corak
komunikasi yang baik, hal itu terlihat dalam penulisan, dasar-dasar agama (Al-Quran dan Hadist,
pendapat ulama) diikuti dengan percontohan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode itu tulisan ini dapat dipahami
hampir pada setiap lapisan maysrakat- pendidikan, pedagang, pemerintahan dengan
kemampuan sederhana. Misalnya pentingnya niat dalam sebuah tindakan. Penulis
ini secara cerdas menuliskan dasar pentingnya niat dalam hadist tetapi kemudian
menjelaskannya diikuti dengan permisalan “pengiriman surat tanpa tujuan yang
jelas”.
Bentuk lain yang cukup menonjol dalam buku ini
termasuk, kemampuan penulis menukilkan permasalahan social-peribadi,
rumahtangga, masyarakat umum bahkan bangsa-kemudian memberikan solusinya dengan
pendekatan syar’i ajaran Islam. Permasalahan itu diselesaiakan dengan
pendekatan Tasauf seperti, Taubat, Syukur, Melaksanakan Kewajiban dan Sunat,
zikir, penataan hati dengan menjauhkan segala yang merusaknya seperti iri,
dengki, hasad, takabbur, dusta dll, sekaligus menggambarkan manfaat yang
didapatkan oleh seseorang apabila dapat melaksanakannya.
Tiga corak penulisan dalam satu buku sekaligus
memastikan kita semua bahwa, pesan akan sampai kepada pembaca secara luas
dengan pemahaman yang tepat dan buku ini tidak mungkin lahir, tercipta kecuali
dari penulis yang cerdas dan kreatif dan memiliki rasa tanggungjawab keislaman
yang kuat, dalam Istilah seorang tokoh arsitektur revolusi Iran 1979 Ali
Syariati, menyebutkannya Raushan fikr, manusia
yang tercerahkan-memiliki kecerdasan dan rasa tanggungjawab sekaligus.
Demikainlah, penulis buku ini telah ikut berjihad
dalam menjelaskan Islam dengan baik,
semoga iklim kreatifitas ini dapat bertahan dan mudah-mudahan berkembang dan
ditingkatkan. Semoga buku ini
memberikan kontribusi penting dalam khazanah ke Islaman.
Komentar
Posting Komentar