Metode al-Mahera

  




  1. Latar Belakang Penyusunan Metode Membaca  AL-MAHERA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyusun buku  AL-MAHERA ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW Yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yang diterangi dengan iman dan Islam yang dapat kita rasakan saat sekarang ini, mudah-mudahan dengan selalu bershalawat kepada beliau kita mendapatkan syafaatnya diakhir kelak nanti amin ya rabbal ‘alamiiiiiin.........

Metode AL-MAHERA bergambar ini disusun untuk mempermudah anak-anak dalam mengingat dan menghafal huruf hijayyah terutama bagi anak-anak di bawah umur 10 tahun, hal ini bertujuan agar anak-anak sudah mengenal huruf sejak dini dan mampu membaca al-Qur’an sejak kecil.

Berdasarkan dari pengalaman penyusun yang lebih kurang 15 tahun sebagai guru mengaji yang terdiri dari berbagai tingkatan umur mulai dari anak dibawah 5 tahun sampai dewasa, penyusun masih melihat banyak kesulitan bagi anak-anak dalam mengingat huruf hijaiyyah yang diajarkan setiap pembelajaran, hal ini karena mereka hanya dituntut untuk mengingat huruf dengan tanpa membandingkan dengan benda-benda yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu tepatnya pada bulan ramadhan tahun 1437 h (2016 M)  sebelum menyusun buku ini penyusun berinisiatif menerapakan metode  pengajaran dengan membandingkan huruf-huruf hijaiyyah dengan benda –benda sekitar kepada anak-anak di sekitar Mesjid Al-Falah jl.Ibrahim Umar no.03 Medan Perjuangan, Setahun berjalan, Alhamdulillah selain senang mereka juga mudah dalam mengenal huruf-huruf hijaiyyah, mereka merasa belajar itu menyenangkan karena belajar sambil bermain. Inilah merupakan salah satu tujuan penyusun agar tidak terjadi kebosanan dalam proses pembelajaran, maka dengan demikian penyusun menyempurnakan buku ini tepat pada tanggal 16 September 2019 yang merupakan kado hari kelahiran anak beliau Mahera Izzah.  Oleh sebab itu juga metode ini dinamakan al-Mahera yang bermakna “kepintaran atau kepandaian” dengan harapan setiap anak yang mempelajarinya menjadi orang-orang yang  pandai dan pintar dalam membaca al-Qur’an dan menuliskan ayat-ayat al-Qur’an


  1. Tujuan Penyusunan Metode Membaca  AL-MAHERA

Selama ini, beberapa metode dalam membaca al-Qur’an lebih kepada metode membaca sahaja. Penyusun berharap melalui metode al-Mahera ini dapat mencerdaskan anak bangsa khususnya anak –anak ummat Islam agar mampu membaca al-Quran sejak usia dini. Tidak hanya kepandaian dalam membaca, tetapi juga kemampuan dalam menuliskan apa yang telah dibacanya, serta mengetahui makhraj dan hukum tajwid dalam membaca al-Qur’an. Penyusun juga berharap dengan menggunakan metode ini seorang anak sudah bagus bacaannya sehingga ketika membaca al-Qur’an tidak lagi diperlukan tahsin bacaan.

 








B.     Kelebihan Menggunakan Metode Membaca al-Mahera 

1.      Deskriptif, Praktis, dan fun learning.

2.      Siswa belajar membaca sekaligus belajar menulis.

3.      Siswa belajar makharijul huruf sekaligis belajar ilmu tajwid.

4.      Mengingat huruf hijaiyyah dengan metode pengulangan menulis.

5.      Deskrivtif yaitu Mengkombinasikan gambar dengan huruf hijaiyyah, atau mencocokkan huruf hijaiyyah dengan benda-benda sekitar

6.      Menggunakan Metode congklak, yaitu setiap anak dapat mengingat dan membaca 1 huruf maka ia diharuskan untuk mengingat dan membaca huruf selanjutnya. Secara ringkasnya hafal satu huruf tinggalkan dan baca huruf selanjutnya. Sebagai contoh dapat kita lihat seperti berikut:

 

   أَ أَ أَ أَ أَ  -  بَ بَ بَ بَ بَ - تَ تَ تَ تَ تَ - ثَ ثَ ثَ ثَ ثَ

أَبَ  -   بَ تَ   -     تَ ثَ    -   ثَ جَ

7.      Dilengkapi dengan cara membaca makharijul huruf dan belajar hukum tajwid, hal ini berguna untuk menuntut anak tidak hanya membaca dan menulis, akan tetapi juga mengetahui mahkraj huruf serta  hukum bacaan tajwid dari yang mereka baca.

8.      Suasana kelas lebih kondusip karena setelah belajar membaca santri/wati akan belajar menulis huruf yang dibacanya.

 

 






C.    Kenapa dinamakan al-Mahera?

Setiap penggunaan nama dalam sebuah metode tentu memiliki backround yang berbeda-beda, sebagian orang menamakan sebuah metode berdasarkan nama penemunya ataupun nama orang yang berpengaruh dalam menemukan metode tersebut. Begitu juga dengan metode membaca al-Mahera ini, al-Mahera berasal dari bahasa Arab yang merupakan isim fa’il dari akar kata   مهر  yaitu  مَاهِرٌyang artinya kemahiran, kepintaran, kepandaian, dan kecerdasan. Dengan menggunakan metode ini, santri/wati diharapkan menjadi santri yang mahir dalam membaca al-Qur’an. Perlu diutarakan bahwa, penamaan al-Mahera tidak hanya berdasarkan arti dari bahasa arab yang sesuai dengan tujuan penyusunannya, tetapi juga berdasarkan nama dari putri pertama penyusun yang bernama Maherah Izzah Harahap. Latar belakang penamaan ini tidak terlepas dari bentuk rasa syukur penyusun kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia yang sempurna kepada beliau. Selain itu juga rasa bentuk terimakasih penyusun kepada Istri Choirurojiah yang telah mengandung dan merawatnya dalam susah payah. Penyusun berharap dengan adanya metode ini dapat mempermudah banyak insan dalam menghafal kalam Allah SWT yang dengan harapan itu kebaikan dan pahala mereka yang menggunakannya terus mengalir kepada ayah dan ibu, ayah/ibu mertua, isteri, anak, dan keluarga penyusun. Penyusun berharap metode ini terus dapat digunakan sampai akhir zaman sehingga amal jariyah bagi keluarga dan mereka yang menggunkannya terus bertambah  Aamiiiiin ya rabbal ‘alamiiiiin.



D.    Kekurangan Menggunakan Metode Membaca Al-Mahera

 

1.      Hanya dapat digunakan satu kali penggunaan

 

E.     Langkah Dalam Menggunakan Metode Membaca Al-Mahera

 

1)      Sebelum guru memulai mengajarkan metode al-mahera, guru terlebih dahulu menjelaskan tata cara penggunaan metode ini kepada setiap santri/wati, selanjutnya guru dan murid bersama2 melagukan huruf hijaiyyah dari “alif- ya” sesuai nada yang dikuasai oleh guru.

2)      Guru mengenalkan huruf-huruf hijaiyyah secara bertahap sekaligus memperlihatkan gambar/deskrivtif huruf hijaiyyah yang ada di lingkungan sekitar. Kemudian guru memberikan penjelasan tentang gambar tersebut.

3)      Setelah santri/wati membaca dan mengenali huruf hijaiyyah berdasarkan deskrivtif yang ada, selanjutnya santri/wati mengisi kolom tabel kosong berdasarkan apa yang telah dibacanya sesuai petunjuk tabel kolom.

4)      Apabila siswa masih belom ingat huruf hijaiyyah setelah melakukan langkah diatas, maka santri/wati dapat menebalkan ulang tulisan yang telah ditulis dalam kolom.

5)      Apabila santri/wati sudah lancar mengingat huruf hijaiyyah yang ia pelajari,  maka guru boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya.

 


PROFIL PENULIS

AAbdurrohim Harahap lahir pada tanggal 26 Januari 1994 di Desa SeiRakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara,  Indonesia. Beliau adalah anak pertama dari pasangan ayahanda Safran Harahap dan Ibunda Masniari Nasution. Pada tahun 2000 beliau memuali pendidikan di Sekolah Dasar  112213 SeiRakyat. Disaat yang sama beliau juga menimba ilmu Agama di sekolah Al-Jam’iatul Wasliyah selama 6 tahun ditempat kelahirannya, kemudian pada tahun 2007 melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Panai Hulu, selepas itu ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Ahmadul Jariyah   KotaPinang. 

Setelah lulus dari Pesantren ia kembali melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri Sumatra Utara dengan mengambil jurusan Tafsir Hadist Internasional, yang merupakan beasiswa penuh hingga bergelar Sarjana (S1). Tidak sampai disitu, pada tahun 2019 akhir beliau melanjutkan pendidikan jenjang S2 Jurusan al-Qur’an dan Hadits Akademi Pengajian Islam University Malaya di Kuala Lumpur Malaysia. Selain menulis beliau juga aktif dalam kegiatan Mengajar, Dakwah, dan Organisasi kemasyarakatan. Pada tahun 2017/2018 beliau mengemban amanah sebagai Sekjend. Forum Komunikasi Muslim Indonesia cabang Kuala Lumpur dan juga diberi amanah sebagai Ketua umum PPI-UM (Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Malaya) pada tahun yang sama (2017/2018).

Sejak duduk dibangku sekolah dasar beliau sudah gemar membaca buku-buku Islami. Pada saat duduk dibangku Aliyah beliau telah menulis buku yang berjudul “Panduan Fardu Kifayah Lengkap“ yang merupakan buku pertama hasil  tulis tangan yang beliau tulis.  Saat ini beliau telah  menulis beberapa tulisan diantaranya, BukuMencari Hidayah Tuhan, mengungkap Motivasi Kehidupan dalam Al-quran, 4 Langkah menuju sukses (Penerbit Wade Group Yogyakarta). Metode Menghafal AL-MASNIARI : Menghafal, Menuis, dan Memahami.   JurnalIntegrasi al-Qur’an dan sains terhadap kurikulum sains di sekolah, Metodologi A. Mukti Ali dalam penafsiran al-Qur’an; analisis terhadap kita tafsir al-Qur’an di Nusantara (Jurnal uinsu.ac.id). Majalah; LGBT Manusiawikah?,  Uang dan Kursi ( Majalah Tabligh Nasional). Melalui pesan biografi singkat ini, beliau mengucapkan terimaksih kepada guru-guru yang telah memberikannya ilmu yang bermanfaat, terutama kepada ayah dan ibunda yang selalu memberikan motivasi dan selalu hadir disaat susah dan senang dalam menjalani kehi¬dupannya. “(Nasehat dan Jasamu Tidak Akan Pernah Kulupakan Ayah dan Ibu). Pemesanan buku dan konsultasi: abdurrahimharpy@gmail.com atau 085397494386 (Mahera Izzah).

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Hidayah Tuhan: Berhijrah MENUJU Jalan ALLAH# Buku Pedoman Hijrah

METODE AL-MASNIARI# mudah dan mutqin